Archive

papanditan

 

Faktor U? Utina? Umur? Umuh?

Faktor U? Utina? Umur? Umuh?

well, the story lies in another site. follow here. 

Advertisements
shit happened that night.. sir theo absolutely lucky guy

shit happened that night.. sir theo absolutely lucky guy

well, untuk pertama kalinya musim ini arsenal bisa ngebalik ketinggalan jadi menang. satu hal yang bisa terjadi karena wasit yang bertugas tiada lain tiada bukan Phil-the great-Dowd! gunners favorites referee. kalau semisal yang bertugas adalah mike-dumbass-dean, ron-retarded-atkison, atau howard-horrible-webb, dijamin kita bakal kalah tadi malem.

ada satu momen dimana arsenal dikasi free kick saat Arteta belibet dengan kakinya sendiri, disentuh diame, dan jatuh! cuma Dowd yang bakal bilang itu foul buat arsenal. well, walau dia gak ngasih penalti pas bola nyentuh tangan tomkins, peluang arsenal menang tetep terjaga, karena ya yang wasitin adalah Dowd. kalau semisal nanti ada pemain arsenal yang ditekel di kotak penalti, tanpa ragu dia bakal kasih hadiah natal. untungnya sih trigol yang dibikin arsenal berikutnya enjoys and fair.

sama seperti pas lawan celsi, Aaron maen terlalu cuek. passingnya cavruk, tekelnya bikin arsenal dalam bahaya, dan pergerakannya walau penuh tenaga tapi suka gak sinkron ama forward four yang laen. hal positif nya adalah dia merasa cedera -dan memang cedera- yang bikin wenger ‘terpaksa’ masukin poldi. kemudian Lukas menjadi penyelamat dengan satu assits dan satu gol. performer terbaik lainnya adalah santi cazorla. bergerak bebas dibalik bayang-bayang ozil yang di marking berlebihan. passing-passingnya doi udah kembali beres dan bisa nemu temen. flairnya juga mulai waras. yang bikin seneng juga adalah di beberapa kesempatan dia teriak-teriak nyemangatin tim, kayak yang dilakuin rosikcy pas lawan celsi.

Read More

Mari kita bicara tentang gelandang tengah kali ini. Lebih spesifik mungkin pemain-pemain yang berprofesi sebagai poros halang sebuah tim. Yang pertama adalah gelandang-gelandang PERSIB bandung yang bisa menghalau serbuan DC United di setengah jam terakhir pertandingan. Kombinasi saat itu adalah Taufiq – Konate – Utina di tengah, didampingi Atep di kiri dan Ridwan di kanan. 4-5-1 yang sangat jongjons. Lupakan kenyataan DCU maen butut, kombinasi Utina, Taufiq dan Konate sungguh bisa memberi keamanan bagi lini belakangan persib. Taufiq dan Konate bisa membagi bola dengan baik. Passing mereka 3 dimensi, tidak melulu harus mengoper kepada pemain di depannya, Taufiq melakukan tugasnya dengan sangat oke. Pemain ini juga mau melakukan pekerjaan kotor dalam memutus serangan lawan.

Ada harapan tinggi untuk kinerja lini tengah PERSIB yang lebih baik musim depan. Ketika Utina bermain waras, pola 4-5-1 pilihan ogut jatuh pada Utina-Taufiq-Konate-Hariono-Ridwan (dari kiri ke kanan berurutan). Opsi utama serangan tentu via sayap dengan ridwan yang berkarakter bawa bola ke ujung lapangan buat umpan silang atau sesekali melakukan tusukan di daerah pertahanan lawan. Di sisi satunya lagi, Toncip akan memegang peranan penting untuk memberi pilihan melebar karena Utina jelas akan sangan sering bergerak ke tengah menjadi gelandang ke empat. Sisi tengah sudah percayakan saja kepada Taufiq dan Hariono, ketika yang satu bisa kita andalkan untuk memulai serangan, yang kedua adalah jagoannya untuk memulai pertahanan sejak dari tengah lapang.

Well, i just can’t wait to watch persib play!

Lalu kemudian saya teringat inter milan dan arsenal yang bermain imbang minggu lalu. Bela-belain begadang buat nonton, keduanya kecolongan di menit-menit akhir. Dalam 70 menit Arsenal bermain dengan satu gelandang pelindung backfour. Well, Arteta maen kelimpungan karena pressing everton emang bagus. Alhasil, sebagai poros halang yang juga merangkap pengoper nomer satu arsenal, dengan arteta kesusahan hidup di lapangan, serangan arsenal bapuk. Namun justru ketika arsenal bermain dengan dua gelandang bertahan mereka kebobolan. Kejadiannya lebih buruk sebenarnya karena dimulai dengan kegagalan Flamini menghadang Ross Barkley. Mungkin ini bisa menjadi contoh paling bagus, ketika seorang gelandang bertahan gagal menghadang serbuan, maka lini bek menjadi sangat rentan.

Terlihat jelas, sejak awal pertandingan, starter arsenal tidak memiliki stamina yang 100%. Glad to know that our injured midfield is already to take action from the first minute now.

Untuk tim yang terakhir bisa kita mulai dari komentarnya Mazzari setelah Inter ditahan Parma di Giusseppe Meazza.

“… Jelas sekali ketika Alvarez, Guarin dan Kovacic bermain bersama sangat sulit menciptakan keseimbangan.“

Mazzari benar, pada dasarnya ketiganya memiliki atribut yang saling melengkapi, tapi atribut utama ketiganya juga sama, pengatur serangan. Jika keseimbangan yang dimaksud Mazzari adalah bertahan dan menyerang, maka kemampuan bertahan adalah yang kurang dari trio tersebut. Kovacic adalah deep lying midfield, dia lebih jago dalam mengumpan dan melewati lawan daripada harus mencegah lawan melewatinya. Pun dengan guarin yang sisi gelapnya sebagai pemain petarung sangat kurang. Alvarez? Lebih sering berdiri di dekat gawang musuh daripada di dekat gawang sendiri.

Untuk situasi seperti di atas Inter sangat bergantung pada Cambiasso. Semoga nanti bisa menang lawan Napoli dan Milan. FORZA INTERNAZIONALE!!!

well, postingan ini inspirasinya dari tulisannya Jonathan Wilson soal hubungan antara pemain dan formasi. dia ngasih contoh pake kroasia nya Bilic, di atas kertas formasinya mirip 4-1-3-2 tapi karena bilic lebih milih bikin tactic berdasarkan karakter pemaennya, formasi itu cuma ada di atas kertas. pas maen tiap pemaen bebas maen sesuai karakternya mereka dan sering formasinya berubah jadi 3-1-4-2, 5-3-1-1, dan laen-laen. perubahan formasi itu gak diinstuksikan oleh bilic, semuanya berjalan natural karena pergerakan pemaennya sendiri.

contoh berikutnnya adalah Man City musim ini yang di atas kertas sering maen pake 4-4-2. perubahannya ada di karakter tiap flank nya. nasri/silva di kiri cenderung cut in ke tengah, ini bikin clichy/kolarov punya lebih banyak ruang buat overlaping. di sisi satunya lagi, karena silva adalah tipikal dari old fashion winger, yang lebih hobi bawa bola ke ujung sebelum crossing, pergerakan zabaleta lebih banyak wait and see dan back up. nah, dari dua flank aja udah bisa bikin formasinya berubah jadi 3-4-1-2. ini yang kata pandit disebut microtactic. perubahan pola karena karakter pemaennya.Hal standar yang diketahui semua pelatih di dunia.

jadi ketika persib di setengah musim lalu sering pake 4-4-2, karakter tiap pemainnya sebenernya hampir mirip ama 4-4-2 nya city. utina di kiri hobi cut in ke tengah, ridwan di kanan sama kayak navas, hug the edge of the pitch before crossing. duo hariono – asri/messi jadi dinamo yang naek turunnya gantian dan lebih jago dalam defend daripada attack. terakhir Sergio/Hilton yang suka lebih turun lebih ke dalam, mirip ama maennya aguero yang nopang Dzeko/Negredo.

nah, yang membedakan adalah -diluar skill yang jomplang- kesepahaman buat itu masih belom nyampe ke iq nya utina dkk dan djanur. utina yang sering cut in, sayang sekali operannya lebih banyak bapuk nya dari pada sukses. hariono – asri juga beberapa kali gagal sepaham soal siapa yang harus nge marking playmaker lawan. ini bikin poros tengah suka gampang di tembus dan juga suka telat bantuin nyerang jadi second line attacking. pun toncip di kiri yang emang biasa nguasain dari ujung ke ujung, lebih sering gagal ngebendung flank lawan -sering banget karena dia kalah orang, 1 toncip lawan 2 sayap- dan pas giliran dia yang crossing suka cavruk.

maka ketika 4-4-2 city berubah secara microtactic menjadi berbagai variasi formasi. 4-4-2 persib berubah menjadi chaos.

wassalam.

semoga musim depan Djanur bisa manfaatin microtactics lebih keren, persib aroma city.. :)

musim ini Arsenal hoki banget punya banyak pemain tengah yang bagus. walau di bongkar pasang tetep bisa ngasih kualitas oke. kayak pas lawan Palace tadi, begitu Flamini cedera, Gnabry masuk dan ini bikin perubahan dalam pola permainannya Arsenal. dengan Ramsey balik ke tengah dan Gnabry jadi opsi melebar, variasi serangan Arsenal lebih banyak.

di awal babak pertama kentara banget Arsenal kurang ngelebar maennya. pemain yang di simpen di sayap gak bisa narik fullback nya Palace biar ngerenggang. Cazorla dan Ramsey lebih hobi buat cut inside ke tengah, bahkan Gibbs juga beberapa kali bawa bola ke tengah bukan ke ujung lapangan. setelah ada Gnabry, sisi kanan udah mulai bisa nembus Palace. ada tiga peluang lewat sisi itu, dua via Santi dan Ozil, keduanya milih ngoper ke Giroud dan bisa diintersep. satu via Ramsey dan doi milih ngeshoot kenceng, ke blok sama kiper.

sayang nya kemudian Arteta dapet kartu merah. wenger jelas harus ngubah lagi pola maennya Arsenal, kali ini juga dipaksa ngubah formasinya. di bench opsinya ada Rosicky, Wilshere, Monreal, Bendtner. cuma ada dua yang bisa dipake. well, pilihan le boss beneran tokcer, ngeganti Gnabry dengan Wilshere dan Cazorla dengan Monreal. Gnabry emang secara defend lebih bagus daripada Ozil, tapi belum tentu juga arsenal butuh defend terus. Ozil emang pada akhirnya bisa defend sebaik mungkin yang dia bisa  dan saat serangan balik, Ozil selalu bisa megang kendali.

Monreal plus Gibbs di sisi kiri juga enjoyable ditonton. gak kayak biasanya yang Gibbs kebagian nyerang dan Nacho defend, lawan Palace Monreal yang nyerang dan secara konstan dia berhasil selalu ada di belakangnya fullback kanan palace, seseorang bernama belakang Ward. bikin dua peluang, salah satunya waktu cut in ke kotak penalti lewatin dua orang.

tapi, dibanding perubahan di kedua flank, pilihan paling joss dari le bos ada di tengah dengan menduetkan Wilshere dan Ramsey. dalam defend Wilshere adalah pemain dengan determinasi tinggi dan susah buat dilewatin pake dribel dan teknik standar, pun Ramsey yang jadi pemain dengan tekel terbanyak di liga. duo ini bikin poros tengah arsenal tetep aman. pas nyerang, Wilshere jelas terkenal karena burst forward-nya dia, bisa ngelewatin satu-dua pemain dengan gampang. berapa kali Wilshere bisa mulai serangan balik dengan ngelewatin gelandang bertahannya Palace sebelum ngoper ke sayap. man of the moment kita, Aaron, off the ball nya musim ini edan eling. coba aja liat proses gol ke dua, di posisi yang beberapa menit sebelumnya selalu ada Nacho eh malah ada Ramsey, karena Nacho tertahan sama 3 pemain palace yang nyerbu sisi kiri arsenal.

well, diluar bantuan Sir Szczesny -nonton dia tadi malem berasa liat Seaman abis cukur rambut- dan hoki, arsenal emang punya power tak terbatas di lini tengahnya. selai itu, hoki adalah satu-satunya hal yang sangat dibutuhkan untuk menjadi juara. percuma semua strategi dan skill pemain, kalo emang gak hoki, gol gak akan datang. tim juara gak seharusnya kalah pas lawan medioker. hehehe…

semoga fortuna terus berpihak pada the boys of arsenal. abis Selhurst Park, ada badai yang menunggu. Winter is coming boys! 

Victoria Concordia Crescit.

kalau taktik sepakbola itu urusanya memanipulasi ruang, urusannya pemain yang bermain adalah membuat keputusan.

maen bola itu waktunya terbatas, 45 menit doang sebabak. dalam jangka waktu yang singkat -ditambah kalau tempo permainan cepet- ratusan keputusan harus dibuat oleh seorang pemain. makanya bagian yang paling penting dari atribut seorang pemain diluar teknik dasarnya menurut ane adalah bagaimana dia bisa mengambil keputusan dengan benar.

soal ini juga berhubungan erat dengan dasar dari taktik di sepakbola itu sendiri. pada dasarnya kan taktik sepakbola itu adalah cara memanipulasi ruang. saat bertahan semua ruang harus ditutup, pas pegang bola di tengah ruang harus dibikin biar bola bisa nyampe ke depan, pas di kotak penalti ruang buat eksekusi yang harus dibikin.

jadi begini kaitannya. saat bertahan, seorang pemain -terutama bek- harus bisa mengambil keputusan dengan cepat. untuk fullback biasanya situasinya adalah apakah dia harus geser ke tengah, masuk ke kotak penalti buat jadi orang tambahan nutup ruang, atau tetap di posisinya marking flank lawan. menghadapi flank lawan yang hobi cut inside kayaknya lebih gampang, tutup jalur larinya bisa sekalian ngisi penuh kotak penalti. walau jelas lebih beresiko karena opsi lawan buat ngumpan atau nendang lebih banyak dan terbuka. tipikal sayap yang hobi lari ke ujung buat bikin umpan silang resikonya lebih rendah karena jelas crossing gak akan jadi gol kalau gak ada yang beresin, crossing itu satu step yang butuh step lain. tapi seorang fullback harus sering ketarik ke sisi luar, ini bisa bikin defender outnumbered di tengah, apalagi kalau gelandang bertahannya cavruk.

sejauh ini ane liat center back persib -dan mayoritas CB endonesia- adalah pengambil keputusan yang payah. paling hobi bikin long pass, suka rusuh buat nerjang streker lawan, dan seringkali suka gak liat temen di sebelahnya. dalam kondisi 2 lawan 1, secara teori seorang bek harus lah bergerak diantara orang yang bawa bola dengan yang berlari kosong. gerakannya lebih prefer menutup jalur pass dari yang pegang bola. bukan untuk merebut bola, tapi menutup jalur passing. kalau yang bawa bola tiba-tiba nendang sih udah urusan kiper.

maju ke tengah, situasinya lebih kompleks. ini adalah bagian dimana gerakan off the ball pas temen pegang bola dan positioning pas musuh yang pegang sama pentingnya. pola yang lagi hips banget 4-2-3-1 memiliki kunci di lini tengah. ada di double pivotnya, yang -namanya juga pivot- jadi poros mau ngapain tim ini. saat nyerang awal serangan ada di dua gelandang ini. gerakannya naek -turun, vertikal, jadi shuttle. ruang yang dibuka ada di poros tengah, bagian dimana jumlah manusia ada paling banyak diatas lapang bola. pemain yang pinter off the ball doang gak cukup disini, dengan penuhnya -dan mudah dipenuhkan jikalau kosong- maka teknik, agiliti, dan dribel dibutuhkan biar bisa majuin bola lebih jauh. atau, dan ini lebih beresiko, seorang pivot yang jago thru pass dan passing enak. passing harus enak diterima temen, biar dia bisa passing lagi, gak kerebut sama lawan.

bersambung…

Ramsey semakin menjadi-jadi mungkin tema pembahasan paling umum dari pertandingan sunderland lawan arsenal. Tapi bisa jadi juga orang-orang lebih milih mengenang debut ozil yang langsung bikin assist saat debut, cuma butuh 10 menit buat raja assist eropah itu buat buka rekening assist di arsenal.

Ngomongin ozil ada hal yang cukup mengkhawatirkan sebenernya. Dipasang jadi flank kiri, seperti normalnya gelandang kreatif lainnya dia hobi banget geser-geser ke tengah. Sama dan sejenis dengan cazorla. Di babak pertama ozil maen enjoy bergerak kemana pun dia suka di attaking third arsenal. Bikin 3 chances dari kiri, kanan dan tengah.

Di babak kedua mulai lah arsenal kena tuah dari kelakuan ozil ini. Gol penyama sunderland mulai dari crossing di area fullback kiri arsenal. Gibbs gak kuasa nahan dua orang di sisi itu. Ketika adam johnson masuk ke tengah, gibbo ikut dan crossing pun hadir -yang bisa dibuang koscielny jadi corner- naaah.. Abis corner inilah, crossing dari kanan ke sisi kiri lagi-lagi giboo kalah orang. Bola bisa dikontrol johnson sebelum ditekel kos. Di dua kejadian itu ozil sama sekali absen defend. Beberapa menit kemudian bahkan bisa jadi bencana kalo aja fletcher bisa pinteran dikit ngatur gerakan off the ball biar gak offside. Gibbs yang bingung harus nutup crossing atau ngejar johnson keliatan bego disitu.

Bicara bego-begoan jelas paolo dicanio bisa dicap paling bego malem itu. Gak tau dia gak sadar atau dia gak ngerti taktiknya atau emang pemainnya gak jago. Sisi kiri arsenal yang rentan abis karena gibbs selalu outnumber lawan johnson+fullback kanan sunderland gak di eksploitasi sama dia. Malah gardner yang baru dimasukin sibuk geser-geser ke kanan ngadepin sagna-jenks plus ramsey. Gol kedua arsenal juga awalnya dari intersep sagna di sisi kanan.

Di canio jelas emosi gegara gol nya dia dianulir. Gak masuk akal emang, awalnya dikasi advantage karena walau sagna bikin pelanggaran tapi altidore masi bisa lepas, tapi pas udah bola ngelewatin cesney peluit foul ditiup. Hihihi. Protes-protes dicanio malah bikin dia dikandangin sama kartu merah. Shame on you paolo! Bukannya bikin strategi ngekesploitasi kelemahan nyata arsenal, malah protes yang bikin dia dapet kartu merah. The real controversial man indeed.

Balik ke flank kiri arsenal. Kecuali poldi yang maen disitu kayaknya musim ini gibbs dan monreal bakal sering kelimpungan sendiri. Masang cazorla dan ozil bersamaan jelas enjoy banget buat serangan arsenal, tapi riskan buat defender-defender. Kalau dua orang itu maen bareng, plus arteta sehat maka kemungkinan flamini gak maen dan artinya gak ada jangkar bertipikal penghancur. Harapan tinggal pada cara maen barcelona biar gak sering kena serangan berbahaya.

Bakal lebih bahaya sebenernya kalo karena suatu kondisi maksa wenger buat maenin santi-ozil di kedua flank ngapit wilshere di tengah. Dua sisi bakal rentan abis. Sebelah kanan masi agak lumayan sih, ramsey bisa dan biasa mengcover sisi itu dari tengah.

Well, i believe wenger know what to do and this season resource is enough to get some thropy.

Victoria concordia crescit!

inter menang lagi, plus cleansheet lagi. plus nagatomo ngegolin lagi.

saya jadi inget bulan januari tahun 2011, waktu nagatomo di transfer, jepang itu baru aja juara piala asia. di final -yang entah kenapa saya tonton- nagatomo ngasih satu assist brilian buat jepang. nyisir sisi kiri, lewatin dua pemain, crossing ciamik dan gol! waktu itu mikir ‘wew! ini full back amboi juga maennya’ dan ternyata keamboiannya bertambah karena minggu depannya dia jadi pemain inter. di bulan itu juga ada sebuah artikel, yang judulnya tolong jangan kasih tahu nagatomo soal bek-bek kiri inter yang lalu. yah sepanjang sejarah emang sisi kiri inter kayak kuburan buat bek kiri jagoan.

Read More

well, sebenernya ini late post dari minggu lalu. tapi baelah, blog aing sakumaha aing. hahaha..

so, this is the story about three Midfielder. Inter’s Mateo Kovacic, Arsenal’s Aaron Ramsey, and the last and the worst Persib’s Firman Utina. ketiganya maen minggu lalu, hasilnya dua yang pertama timnya menang yang terakhir timnya kalah di kandang sendiri dari tim yang seharusnya bisa dikalahin dengan gampang.

Read More

i got email from monsieur wenger this mornig.  permohonan maaf karena hasil yang mengecewakan dan klarifikasi bahwa dia bekerja 24 jam dalam hal pertransferan pemain. hell Wenger! strategi aneh banget sih soal transferan ini, di awal transfer window dia ama gazidis koarkoar bahwa arsenal punya duit banyak. ini jelas salah besar, bikin setiap klub yang pemainnya ditawar ngasih harga selangit. konyol abis!

arsene's mail for me

strategi berikutnya juga gagal total. keliatannya yang terjadi adalah begini, pertama mereka ngejar higuan karena madrid sendiri bilang bersedia melepas sang pemain. secara statistik higuan jelas pantas untuk direkrut, jangan lupa wenger adalah manajer bola pertama yang menilai pemain lewat stat nya dia. semua berasa bakal gampang sampai di suatu ketika, suarez mulai koarkoar soal pengen cabut dan maen di klub liga champion. of course monsieur wenger langsung mencoba mengambil peluang tersebut. secara statistik dan karakter bermain, wenger lebih butuh suarez daripada higuan. dalam pikiran si bos selama masih ada giroud maka higuan gak bisa dipake. kalo giruod mandek, higuan yang setipe belom tentu bisa bawa perubahan permainan. maka berpalinglah dia ke suarez, sialnya liverpool pake semua kekuatan yang mereka punya buat nahan suarez. alhasil nihil sudahlah saga transfer top forward arsenal sampe sekarang.

Read More