How i fell in lof with papandayan

Papandayans

Biarkan saya berkisah mengenai gunung papandayan. Some call it the best mountain in garut, i couldn’t agree more. Gunung ini berkali-kali saya datangi, saya tiduri, namun tak pernah bosan hati ini. Tak pernah habis hasrat ini untuk kembali mengunjunginya, menjadikannya altar untuk menaklukan diri sendiri.

Beginilah awal mulanya kawan. Saya masih ingat dengan jelas, serasa baru saja terjadi hari kemarin, pendakian pertama ke papandayan. Tim pertama saya kesana adalah kombinasi dari guru-guru saya, kompatriot veteran dan junior-junior saya. Pendakian pertama dengan kombinasi tim tanpa seorang pun newbie, perawan naek gunung. Dua orang guru saya pada akhirnya menikah, biar kujelaskan mereka menikah bukan karena mendaki bersama di papadayan, atau setidaknya itu bukan alasan utama. Keduanya telah berkali naek gunung bersama saya. Dari gunung gede yang ribet naudzubilah perijinannya sampai ke papandayan yang indah. Dua orang anak yg lebih muda dari saya, memiliki hasrat pendaki muda yang umum, keduanya -seperti istilah saya- adalah peak hunter. Mendaki gunung bagi mereka adalah urusan mencapai puncak, tanpa tiada menginjak kaki di titik tertinggi adalah tiada naek gunung bagi mereka. Seorang komrade terakhir adalah perempuan bertubuh kecil yang kerennya berhasil mendaki semeru-rinjani!

Maka kami berangkat ke papandayan dengan nekat mengambil jatah kondisi musafir untuk menghindari solat jumat. Dua jam saja, dalam cuaca pukul 2 yang sejuk, kami tempuh dari gerbang ke camp pondok salada. Pemandangan sejauh 2 jam itu sungguh sangat menakjubkan duhai kawanku. Seperti yang kami sepakati kemudian, lanskap papandayan terbagi tiga. Awal mula kita akan memasuki dunia frodo baggins. Mordor terhampar sejauh kawah yang dilalui. Apalagi yang kurang menantang dari memulai pendakian dengan disuguhi kawah yang masih aktif? Berjalan diantara batuan yang semakin empuk karena terjangan sulfur bertahun-tahun. Bau belerang yang menyesakkan dada. Asap putih mencurigakan yang membumbung di pinggiran trek yang diinjak. Di beberapa tempat bahkan air dalam cekungan menggelegak. Well, pada kenyataannya tulisan ini memang terlalu hiperbolis, karena sesungguhnya mordor papandayan adalah kawasan wisata, dimana kau akan menemukan orang bersandal jepit, atau pasangan yang asik memadu kasih, atau bocah-bocah sekolah berlarian di trek yang sama yang kau lalui menggunakan sepatu jungle mu! May i shout wtf? Yes of course…

IMG_3725-horz

Scene berikutnya adalah stage terbaik dari papadayan. Kamu akan berjalan di tebing. Jurang ada di sebelah kaki. Jauh mata memandang, lembah membentang diantara perbukitan sampai ke garut. Pada satu titik ketika perjalanan tebing berakhir karena jalur lama terputus oleh longsor, dan longsoran itu, yang sangat besar, menggerus satu sisi bukit dengan indah. Sangat indah saat kau melihatnya dari jauh. Betapa kecil kita sebagai manusia. Longsoran itu, adalah monumen mengenai hidup kita. Filosofis? Mungkin. Maknanya? Sila pikir sendiri, karena referensi filosofis saya hanyalah Jostein Gaarder, dan bahkan saya tidak paham mengenai pemikiran filosofis nya.

IMG_3828-horz

Kembali ke titik ketika hiking tebing berhenti, sebenarnya hiking tebing berhenti semantara di titik itu, papandayan memberi mereka yang mendaki sebuah perjalanan menembus semak ala film-film petualangan! Karena trek lama longsor, trek baru menyuguhkan perjalanan menuruni lembah dan menyebrangi sungai kecil. Di pendakian pertama saya, dalam perjalanan pulang dari pondok salada, menyebur ke sungai jernih itu sungguh nikmat. Dinginnya air sedingin air dalam freezer. Udara sesungguhnya panas karena tengah hari, tapi cuaca papandayan tak pernah sekalipun panas. Dan yah, nikmat sekali bermain air di sungai itu.

IMG_3910-horz

Bagian terakhir dari pendakian papandayan hingga ke camp pondok salada adalah tanjakan dengan elevasi rata-rata 60 derajat. Pertama menyusuri tebing (lagi!) kemudian menembus hutan kecil. Di tepian hutan ini, di bibir jurang, kau dapat melihat air terjun cantik di kejauhan. Mungkin suatu saat nanti saya akan mencoba mengunjungi air terjun itu. Hanya sekitaran 10 menit menyusuri hutan maka kita akan sampai di pondok salada. Selamat menikmati kemping diantara bunga edelwise yang cantik.

IMG_3927-horz

Satu hal kawan, dibandingkan keindahan suatu gunung, yang paling mengesankan adalah petualangannya. Perjalanan, momen mendirikan tenda, masak-memakan hidangan khas kemping. Dan, petualangan itu hanya akan semakin keren ketika kau menjalaninya bersama kawan-kawan terbaik. Kawan seperjalanan adalah kunci dari ritus menaklukan diri di pegunungan.

IMG_3980-horz

Maka saya ini kemudian jatuh cinta untuk yang kedua kali dengan papandayan pada saat pendakian kedua saya. Saat itu saya mendaki bersama tim kecil, kami hanya bertiga. Tapi spesial sekali karena dua komrade saya adalah teman-teman bocah saya. Kami sudah berkawan hampir
selama hidup kami, dalam nominal setidaknya angka 17 taun adalah lamanya perkawanan kami.

Saya menjadi sherpa bagi keduanya. Papandayan adalah pendakian pertama mereka. Edelwise pondok salada adalah edelwise pertama yang mereka lihat. Tenda transformer eiger adalah katedral pembatisan mereka sebagai pendaki. Well, kau bisa menebaknya mungkin, mang uki dan mang samat jatuh cinta pula pada papandayan! Welcome to the club dude…

Idiom bahwa cinta itu buta adalah nyata adanya. Untuk mendapatkan papandayan perjuangannya sangatlah tidak ringan. Saran saya hanyalah, sila menikmati kemacetan di rancaekek, cicalengka, dan leles. Berkali-kali saya kena tipu mafia transport. Pernah kami menunggu elf ngetem selama 90 menit di terminal caheum. Bayangkan menunggu tanpa tiada kejelasan dalam jangka waktu yang sama dengan sebuah pertandingan sepakbola dilangsungkan. Terminal caheum hanya appetizer mafia transport. Di terminal garut lebih parah lagi urusan tipu menipu penumpang. Dipaksa menaiki angkot yang dipilih oleh calo, dipaksa transfer elf, dipaksa membayar lebih tinggi dari harga pasar ongkos transport. Dan yah, itu belum berakhir, karena di cisurupan, di gerbang paling depan papandayan, sekelompok lintah akan berusaha menyedot isi dompetmu sebanyak mungkin. Mereka berbentuk tukang ojeg, mafia calo colt buntung, dan sopir mobil sayurmya itu sendiri. Saat-saat menjalani transport menuju papandayan boleh lah kami berkata bahwa hidup itu pedih jendral.

Namun satu hal, dengan mafia transport, dengan perjalanan yang melelahkan, kecintaan saya terhadap papandayan tetaplah menyala. Yap, saya buta terhadap semua kesulitan itu hanya untuk dapat menikmati kemping di papandayan. Ciao!

Postnote; Well, dalam tulisan ini saya belum menyebutkan apa-apa mengenai padang luas edelwise bernama tegal alun. Saya berjanji lain kali akan merevisi tulisan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: