manipulasi ruang dan pengambilan keputusan

kalau taktik sepakbola itu urusanya memanipulasi ruang, urusannya pemain yang bermain adalah membuat keputusan.

maen bola itu waktunya terbatas, 45 menit doang sebabak. dalam jangka waktu yang singkat -ditambah kalau tempo permainan cepet- ratusan keputusan harus dibuat oleh seorang pemain. makanya bagian yang paling penting dari atribut seorang pemain diluar teknik dasarnya menurut ane adalah bagaimana dia bisa mengambil keputusan dengan benar.

soal ini juga berhubungan erat dengan dasar dari taktik di sepakbola itu sendiri. pada dasarnya kan taktik sepakbola itu adalah cara memanipulasi ruang. saat bertahan semua ruang harus ditutup, pas pegang bola di tengah ruang harus dibikin biar bola bisa nyampe ke depan, pas di kotak penalti ruang buat eksekusi yang harus dibikin.

jadi begini kaitannya. saat bertahan, seorang pemain -terutama bek- harus bisa mengambil keputusan dengan cepat. untuk fullback biasanya situasinya adalah apakah dia harus geser ke tengah, masuk ke kotak penalti buat jadi orang tambahan nutup ruang, atau tetap di posisinya marking flank lawan. menghadapi flank lawan yang hobi cut inside kayaknya lebih gampang, tutup jalur larinya bisa sekalian ngisi penuh kotak penalti. walau jelas lebih beresiko karena opsi lawan buat ngumpan atau nendang lebih banyak dan terbuka. tipikal sayap yang hobi lari ke ujung buat bikin umpan silang resikonya lebih rendah karena jelas crossing gak akan jadi gol kalau gak ada yang beresin, crossing itu satu step yang butuh step lain. tapi seorang fullback harus sering ketarik ke sisi luar, ini bisa bikin defender outnumbered di tengah, apalagi kalau gelandang bertahannya cavruk.

sejauh ini ane liat center back persib -dan mayoritas CB endonesia- adalah pengambil keputusan yang payah. paling hobi bikin long pass, suka rusuh buat nerjang streker lawan, dan seringkali suka gak liat temen di sebelahnya. dalam kondisi 2 lawan 1, secara teori seorang bek harus lah bergerak diantara orang yang bawa bola dengan yang berlari kosong. gerakannya lebih prefer menutup jalur pass dari yang pegang bola. bukan untuk merebut bola, tapi menutup jalur passing. kalau yang bawa bola tiba-tiba nendang sih udah urusan kiper.

maju ke tengah, situasinya lebih kompleks. ini adalah bagian dimana gerakan off the ball pas temen pegang bola dan positioning pas musuh yang pegang sama pentingnya. pola yang lagi hips banget 4-2-3-1 memiliki kunci di lini tengah. ada di double pivotnya, yang -namanya juga pivot- jadi poros mau ngapain tim ini. saat nyerang awal serangan ada di dua gelandang ini. gerakannya naek -turun, vertikal, jadi shuttle. ruang yang dibuka ada di poros tengah, bagian dimana jumlah manusia ada paling banyak diatas lapang bola. pemain yang pinter off the ball doang gak cukup disini, dengan penuhnya -dan mudah dipenuhkan jikalau kosong- maka teknik, agiliti, dan dribel dibutuhkan biar bisa majuin bola lebih jauh. atau, dan ini lebih beresiko, seorang pivot yang jago thru pass dan passing enak. passing harus enak diterima temen, biar dia bisa passing lagi, gak kerebut sama lawan.

bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: