seperti menyalakan korek di kegelapan puncak manglayang

jadi kemaren ane sempet maen ke sekolah ade ane. almamater ane juga sih jaman SD. trus ngeliat bocahbocah pada maen bola beres pulang sekolah. yaaah, bukan maen bola sih, cuma tatajongan istilah sundanya mah.

tatajongan

tatajongan

flying saves

flying saves

aturannya sederhana. ditendang dari jarak titik penalti, siapa mencetak gol dia gantian jadi kiper. ukuran untuk sebuah tendangan penalti jaman bocah ane adalah 6 langkah. lebar gawang adalah 3 langkah. batu atau sendal adalah tiang favorit.

laughing at max

laughing at max

setiap kegagalan yang konyol -menendang dari jarak sedekat itu- memang layak untuk diapresiasi dengan tertawa lepas yang keras.

beberapa bocah mungkin memliki ‘decent skill’ lebih baik dari beberapa yang lainnya. sesuatu yang kau lihat sekali kemudian coba kau lakukan dan ternyata bisa kau lakukan!

stepover just like ajat sudrajat did on his day

stepover just like ajat sudrajat did on his day

semacem kuda-kuda radovic laaa

semacem kuda-kuda radovic laaa

beberapa menit setelah tatajongan yang akhirnya semakin membosankan, hal menarik terjadi. seorang bocah namanya hana, perempuan, memakai rok, kemungkinan baru kelas 2 sd datang dan mendribel bola sambil tertawa bahagia. hell yeah meeeenn!

hana janganlah beranjak dewasa, biar bisa dribel bola sambil ketawa kayak gini terus.

hana janganlah beranjak dewasa, biar bisa dribel bola sambil ketawa kayak gini terus.

beberapa menit kemudian, bocahbocah lelaki itu mulai menerima kehadiran hana. beberapa melihatnya dengan senyam senyum, beberapa mencoba beradu gocekan dengan neng hana ini.

:)

:)

puncaknya adalah saat di satu momen, seorang bocah berhasil digocek dengan sempurna oleh hana. satu step ke samping, bola ditendang pelan, lalu lari melewati bocah itu.

what a shame boy

what a shame boy

we lof you hana.. we do!

we lof you hana.. we do!

well, ngeliat mereka maen bola jadiinget jaman 15 tahun yang lalu. di lapangan yang sama ane larilari maen bola juga. sekarang lapangannya udah lebih lega dan full pavingblok, dulu sisi sebelah gerbang masih tanah berbatu yang bahaya kalao maen gak pake sepatu. walau bocahbocah mungkin udah jarang maen bola di rumahnya, setidaknya mereka masih maen bola di sekolah. satusatunya tempat dimana lapangan selalu tersedia.

masi ada bocah jaman ini yang maen bola hepihepi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: