I (don’t) wanna be the minority

Well, its hard to be minority these days. Green day bilang i wanna be the minority di lagu minority, kalo mereka di indonesia pasti gak sembarangan bilang begitu. Bahkan di bandung, yg kental banet dengan tabiat handap asor, saling menghargai, saling asuh dan toleransi menjadi minoritas jadi susah.
Okeh begini konteks dan cerita nya. Matchday persib di bandung selalu menjadi hari persib sedunia. Semua bobotoh mau darimana pun pasti nonton, si stadion, tivi dan radio.
Tanggal 30 maret persib lawan gresik. Sejak musim lalu ada satu culture supporter yang mulai jd pembicaraan bobotoh, casual supporter atau casual bobotoh dalam konteks mendukung persib. Sebenernya sih udah dari lama mereka ada dan lalajo ke stadion, tapi baru booming di era socmed.
Menjadi supporter casual ternyata tidak mudah. Berdiri di satu blok tribun utara, setidaknya dua kali uka liat garelut dengan viking. Cuma karena mereka ngechants pake bahasa engris dan nonton gak pake atribut biru. Berbeda, lebih sedikit, dinyinyirin, ujung-ujungnya gelut. Kelompok mayoritas tampak sulit menerima perbedaan. Yang beda harus diberantas. Yang sedikit tapi beda harus ikut yang banyak biar sama. Arogan!
Semua persamaan tujuan, mendukung persib, tidak diitung. Tutup mata pada persamaan tujuan. Fokus pada perbedaan dan merasa paling benar karena mayoritas.
Nah, sebenernya sedikitnya uka mungkin bakal tidak peduli jika berada di sisi mayoritas. Tapi akal sehat, ajaran budaya sunda dari kolot berhasil membuka mata untuk menerima perbedaan. Silih bebaskeun. Yah lebih bikin was-was adalah kenyataan bahwa sekarang uka berada di sisi minoritas. Memakai setelan casual ke stadion.
Reuwas, was-was, degdegan jika suatu saat uka yang dikejar-kejar bobotoh mayoritas itu, cuma karena lebih milih make jaket tachini daripada baju biru persib, cuma karena lebih milih ngechants we love you persib daripada viking bonek sama saja.
Menjadi minoritas selalu menyedihkan tampaknya. Padahal ini negara yg toleran katanya. :(

Ini tulisan bebas. Eweuh maksud nanaon. Biar pikiran lebih enak aja. Tiada rapi dan tersusun dengan baik karena spontan dan diposting via hape.

Akhirul kata, masi reuwas dan sieun diudag dan ditenggeulan seperti temen-temen casual di utara gara-gara make jeket ST bodas ke stadion. Hufft.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: