Alexander Supertramp’s Day

Hari ini, 2 Februari tahun 1968, Chris McCandlles akhirnya meninggal setelah merasakan kesakitan selama 3 hari gegara salah mengidentifikasi perdu yang harusnya gak boleh dimakan. Memang sangat sulit menemukan perbedaan dari berry yang ada di alam, beberapa sama-sama berry berwarna hitam, tapi yang satu bisa dimakan dan yang satu beracun.

Alexander the Supertramp adalah nama yang dipilih Chris ketika memutuskan meninggalkan semua keistimewaannya sebagai lulusan cumlaude, orang tua yang berada, bebeh pengacara dan ibu juga adik yang sayang padanya. Alex memberikan hampir $20 ribu tabungannya ke yayasan sosial. Bilang ke orang tuanya berangkat ke Harvard padahal kabur ke belantara. Tujuannya Cuma satu, ALASKA!

Tanpa duit, yang udah dia sumbangin dan sisanya dia bakar, Alex tahu dia hanya akan bunuh diri jika langsung berangkat ke Alaska. Yap! Tujuan Alex ‘going into the wild’ adalah agar bisa kembali ke peradaban. Sama seperti yang dibilang John Lofty si penulis kitab suci survival, bahwa hal terpenting pergi ke alam liar dan bertahan hidup adalah tujuan untuk tetap selamat dan kembali ke keluarga kita.

Alex menghabiskan hampir 3 tahun berkelana dari florida sampe ke san andreas dan meksiko buat ngumpulin perlengkapan dan menyiapkan hatinya sebelum menginjak neraka beku bernama Alaska. Selama 3 tahun itu dia kemping dimana dia suka, pake bivak doang. Kerja serabutan biar dapet duit untuk beli peralatan berburu. Dengan carrier bag yang berisi buku, survival guide, gallon air dia keliling di west  coast America.

Suatu hari dia nemuin artikel tentang kano dan dia sangat pengen mencoba. Setelah berhasil ngumpulin duit buat beli kano, aplikasinya buat nyusurin sungai ditolak! Dia pikir, alam itu Cuma Tuhan pemiliknya, so bagaimana mungkin pemerintah dapat melarangnya berkano? Dia nekat nyusurin sungai pake kano, dikejar polisi sampe tak terasa akhirnya nyampe ke teluk meksiko!

Rasa penasarannya berkano sudah terpenuhi. Alex balik ke amerika dan memulai kembali rencana untuk pergi ke Alaska. Singkat cerita dengan keteguhannya dan bantuan dari orang-orang yang dia temui di tahun-tahun sebelum ke Alaska akhirnya dia bisa masuk lewat Denali.

Dari awal masuk Alaska, Alex udah punya rencana buat keluar lagi. Dia tandai jalan masuknya. Di akhir tahun, sungai-sungai Alaska membeku jadi dia bisa lewat. Sayangnya ketika dia mutusin keluar dari Alaska 6 bulan kemudian, sungai mencair dan arusnya kenceng banget. Kepaksa Alex kembali ke bus ajaib yang dia temuin di tengah belantara Fairbanks.

Kehabisan beras, frustasi berburu binatang, dan kelaparan yang akhirnya membunuh Alex dengan perlahan. Pikirannya mulai dipengaruhi oleh alam liar. Dia gak bisa nahan itu semua. Well, sebagai manusia mau segimanapun teguhnya hati pergi ke alam liar, selalu ada sisi terdalam di hati yang pengen kembali ke rumah. Itu lah yang sebenarnya membunuh Alex. Jalan utamanya tentu saja salah makan perdu beracun.

Alex Supertramp selalu menginspirasi gw untuk mencoba pendakian solo. Tahun ini gw harus coba pendakian solo ke papandayan. The only mountain I fell in love so much! Lain kali gw bakal share jurnal-jurnal nya perjalanan si Alex. Untuk saat ini, mari kita peringati hari kematiannya. ALEXANDER SUPERTRAMP’s DAY PARADE. 2nd February.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: