When is the right time to call yourself a supporter?

Banyak orang yang menyatakan dirinya supporter sebuah tim membela mati-matian tim nya dalam keadaan bagaimanapun. Namun lebih banyak lagi orang-orang yang membela tim nya saat menang dan marah-marah bahkan mencaci maki tim nya saat kalah. Sejauh ini saya berpendapat bahwa yang namanya supporter adalah justru mereka yang tetap mendukung tim nya ketika dalam keadaan terburuk. Ketika kalah memberi semangat dan tetap dengan bangga menunjukan dirinya sebagai pendukung. Karena sebenarnya para pemain lebih membutuhkan dukungan ketika mereka sedang kalah, bukan ketika mereka sedang menang. Terpujilah orang-orang yang tetap memberikan dukungan dan motivasi ketika apa yang didukungnya dalam situasi yang buruk.

Bukan berarti kita mendukung dengan buta. Satu yang seharusnya kita dukung dengan sepenuh hati adalah tim, klub, organisasinya. Adalah salah kaprah jika dukungan kita terhadap seorang indvidu mengalahkan dukungan kita terhadap timnya. Ada sebuah quote yang cantik, “ the name at the back never bigger than a badge on the front “ sebesar apapun sumbangsih seorang indvidu terhadap tim nya, sepakbola bukanlah one man show. Selalu ada 10 orang lainya, selalu ada pelatih, manajer, owner dan tentu saja supporter.

Ada kalanya ketika kita harus melihat dengan jeli siapa sebenarnya yang pantas mendapatkan dukungan. Orang-orang, baik itu pemain, pelatih atau owner, ketika mereka mulai kehilangan hatinya untuk tim dan lebih mementingkan urusan lain salah satunya keuntungan finansial maka saat itu pula dia tak layak untuk mendapatkan dukungan. Begitupun dengan pemain yang bermain tanap mengeluarkan semua kemampuannya. Pemain yang memiliki motivasi lain dalam bermain selain menjaga nama baik badge yang terpampang di jersey nya. Hanya orang yang sepenuh hati mengeluarkan keringat dan seluruh jiwanya untuk tim lah yang layak mendapatkan dukungan penuh dari supporter.

So, waktu yang sangat tepat untuk menyatakan diri kita seorang supporter adalah ketika kita tetap berdiri di belakang tim disaat terburuk mereka. Setelah itu kita akan layak untuk bergembira bersama ketika saat-saat gemilang tiba. If you couldn’t support them when they lose, don’t cheers with them when they win. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: