Pindah stadion (seharusnya) adalah bisnis!

 

“ kami membangun stadion agar bisa bersaing dengan klub raksasa eropa baik secara sepakbola maupun finansial “ – Peter Hill Wood (Chairman Arsenal)

Pindah stadion adalah bisnis! Itulah yang ada di benak para petinggi Arsenal, termasuk manajer Arsene Wenger, saat memutuskan meninggalkan stadion keramat mereka yang kecil. Itu pula yang ada di pikiran para bos besar Juventus. Dibandingkan untuk kepentingan strategi sepakbola atau untuk para fans dan suporter, keputusan untuk move on stadion lebih pada keuntungan bisnis yang akan didapat oleh klub sepakbola.

Stadion Gedebage sebentar lagi akan selesai, bahkan dikabarkan pembukaannya akan dilangsungkan pada pengujug tahun ini dengan mengadu PERSIB melawan tim luar negri.  Namun daripada sibuk mengkalkulasikan proyeksi keuangan masa depan ketika pindah ke stadion baru, para penggede yang memangku kebijakan di PERSIB dan Bandung malah sibuk berkisruh mengenai nama stadion. Aroma kental politik pencitraan menuju pilkada jabar dan kota bandung  sungguh terasa di udara.

Okeh! Mari kita tinggalkan sejenak semua dagelan politik tesebut, mari kita coba menerka-nerka bagaimanakah para penggede PT.PBB memanfaatkan momen hijrah stadion ini sebagai langkah bisnis PERSIB.

The home of football

Konsep bisnis di era industri sepakbola salah satunya adalah bagaimana menjaga agar fans selama mungkin berada di stadion dan mau mengeluarkan uang mereka untuk menjadi pemasukan bagi klub. Fans tidak hanya datang ke stadion di hari pertandingan. Stadium tour adalah hal yang standar bagi klub sepakbola eropa saat ini. Bukan hanya menghasilkan uang, stadium tour juga menambah kedekatan antara klub dan fans, terutama mereka yang masih sangat muda. Apa hal yang wajib dibangun untuk mengadakan stadium tour? Museum klub di stadion! Membangun museum PERSIB di Stadion Gedebage akan menjadi langkah brilian PERSIB lainnya yang belum pernah dilakukan oleh klub-klub di Indonesia.

Di tahun pertamanya pindah ke Emirates Stadium, Arsenal berhasil mendapatkan £ 11 Juta dari 110.000 pengunjung yang mengikuti kegiatan stadium tour mereka. Barcelona lebih hebat lagi, rata-rata pengunjung Camp Nou stadium tour mereka adalah 200.000 orang pertahun. Barca dapat memanfaatkan benar citra kota barcelona sebagai kota yang berkesenian tinggi dengan fanatisme dan loyalitas fans mereka. Camp nou adalah katedral seni bercita rasa tinggi yang mengkombinasikan memori indah masa lalu dan kejayaan saat ini.

Dari total 24 hektare komplek stadion gedebage, saya berharap setidaknya PT. PBB membangun satu bangunan untuk memajang semua memorabilia dan sejarah PERSIB dari jaman BIVB, masa-masa emas 1986-1995 ketika kita meraih 4 gelar juara, hingga zaman selebiriti fc saat ini. sebagai pelengkap, sebuah perpustakaan yang memuat semua berita tentang persib dari jaman fikiran rakjat hingga era digital saat ini akan sangat berguna untuk mengenalkan PERSIB bagi generasi muda saat ini.

Kembali ke London, di hari pertandingan Arsenal menyediakan 4 buah restoran dan program katering untuk para fans yang menonton langsung ke stadion, strategi ini menambah pemasukan di hari pertandingan sebanyak £ 9 juta. Sejak dulu Bandung terkenal dengan wisata kulinernya. Sebuah foodcourt di stadion mewah pinggir jalan tol? Prospek brad! Saat ini saja kafe persib di jalan sulanjana selalu ramai di hari pertandingan, apalagi jika terletak di komplek stadion.

MU Megastore di Old Trafford menghasilkan pendapatan sebesar £ 33 juta. Tak tergiurkah PERSIB untuk membuat toko resmi merchandise di stadion? Kesadaran bobotoh untuk membeli merchandise original PERSIB semakin meningkat saat ini. PERSIB Megastore, seperti juga Chelsea Megastor di stamford bridge atau Real Madrid Megastore di Bernabeu, jelas terasa kelasnya jika bisa berbelanja disitu.

Ide intinya adalah sebagaimana yang dikatakan bos nya Arsenal, Peter Hill Wood, “bagaimana kami bisa membuat fans datang jauh sebelum pertandingan dimulai, menikmati pertandingan, dan pulang jauh setelah pertandingan. Stadium is the home of football!” Bisakah stadion dibuat seperti mall? Menyediakan banyak fasilitas yang dibutuhkan orang-orang saat berekreasi. Tempat makan, booth aksesoris klub, layar lebar dan tv yang menyiarkan pertandingan dan highlight saat pertandingan telah selesai dan fasilitas premium lainnya.

PERSIB seharusnya telah berpengalaman dalam menyediakan hal tersebut. Sejak saya bocah SD Stadion Sidolig telah menjadi pusat segala hal berbau PERSIB dan sepak bola. Sampai saat ini saya masih suka pergi ke Sidolig hanya untuk membeli kaos sepakbola, nonbar PERSIB maen, atau membeli tiket pertandingan PERSIB, bahkan hanya untuk makan di warung langganan pemain-pemain PERSIB!

PERSIB sudah harus mulai memikirkan penggarapan pasar bobotoh yang sangat besar untuk menjadi bisnis yang menguntungkan. Setidaknya mengurangi ketergantungan dari sponsor dan pemasukan hak siar. PERSIB harus menjadi seperti Real Madrid yang pendapatannya terbagi rata berasal dari tiket, hak siar dan bisnis komersial lainnya. Momentum hijrah ke stadion paling modern di Jawa Barat harus dimanfaatnkan dengan sebaik-baiknya. Walau bukan milik PERSIB, jadikanlah Stadion Gedebage sebagai the home of West Java Football!

PERTIKETAN!!

Mari kembali ke bumi, kita lupakan dulu segala khayalan tentang fasilitas yang membuat bobotoh betah di stadion. Walau selalu digunakan untuk bisnis, stadion tetap tak dapat dipisahkan dari fans dan supporter. Percuma memiliki stadion lengkap dengan fasilitas kelas satu jika pada saat pertandingan hanya sedikit suporter yang datang ke stadion.

Stadion dan suporter di hari pertandingan berhubungan erat dalam hal tiket pertandingan. Sejak memutuskan pindah ke Emirates Stadium yang berkapasitas hampir 2 kali lipat dari Highburry, Arsenal langsung menerima gate receipt (pendapatan dari tiket) yang lebih besar, efek yang bisa dikatakan instan. Begitupun Juventus, walau mengurangi kapasitas stadion menjadi hanya 41.000 tempat duduk (delle alpi berkapasitas 69.000) gate receipt Juve tetap naik karena mereka juga menaikan harga rata-rata tiket masuknya.

Sebagai bobotoh kita harus waspada jika PERSIB mengikuti langkah Juve tersebut. Saat ini rata-rata tiket masuk pertandingan PERSIB berkisar pada harga Rp. 35.000 – Rp. 150.000, stadion baru dengan tingkat kenyamanan menonton yang lebih baik memang wajar jika meminta harga tiket lebih tinggi, tapi kenaikannya haruslah masuk akal. Sejak dulu banyak bobotoh yang rela tidak makan hanya untuk membeli tiket agar dapat menonton PERSIB, lebih banyak lagi yang rela berangkat dari rumah nya yang jauh seperti Garut, Tasik, Purwakrat hanya untuk menonton langsung di stadion. Manajemen wajib peka terhadap hal-hal ini.  Tingginya harga tiket tanpa dibarengi kontrol penuh di pintu masuk hanya akan meningkatkan risiko kebocoran penonton melalui tiket kriting, tiket palsu bahkan penjebolan pintu stadion.

Harga tiket juga jangan sampai menjadi bumerang yang membuat suporter justru enggan datang ke stadion. Hal yang dialami Juve di liga champion musim ini, ketika mereka diprotes suporter karena harga tiket yang kemahalan, banyak kursi yang kosong dan bahkan para suporter yang datang ke stadion sepakat untuk melakukan aksi boikot dengan diam selama pertandingan (bayangkan stadion yang sepi tanpa ada nyanyian suporter.. jiga di kuburan brad!)

2007/2008 2008/2009 2009/2010 2010/2011 2011/2012
VIP Rp. 50.000 Rp. 60.000 Rp. 75.000 Rp. 125.000 Rp. 150.000
SAMPING VIP Rp. 25.000 Rp. 30.000 Rp 40.000 Rp. 50.000 Rp. 75.000
TIMUR Rp. 15.000 Rp. 20.000 Rp. 30.000 Rp. 40.000 Rp. 40.000
UTARA/SELATAN Rp. 10.000 Rp. 10.000 Rp. 20.000 Rp. 20.000 Rp. 20.000

Rata-rata harga tiket home PERSIB 5 musim terakhir (dari berbagai sumber)

Menurut laporan Simamaung.com, para petinggi PT. PBB yang mengatakan bahwa dimusim 2010-2011 ini pendapatan kotor Persib dari penjualan tiket rata-rata hanya berada di kisaran Rp. 250-300jt/pertandingan, sehingga dalam 1 musim terakhir Persib hanya mendapatkan pemasukan dari sektor tiket sebesar Rp. 3,9 Milyar.

Sangat penting untuk mendapatkan simbiosi mutualisme antara klub dan supporter. Bobotoh harus menyadari bahwa tanpa pemasukan dari tiket PERSIB bisa saja gagal memenuhi kewajiban finansialnya kepada pemain, pelatih, manajemen, sponsor dan kreditor. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi prestasi dan keberlangsungan PERSIB. Membeli tiket resmi adalah salah satu hal yang wajib dilakukan oleh Bobotoh untuk dapat mendukung PERSIB secara finansial.

PERSIB pun harus menyadari bahwa Bobotoh tidak semuanya kaya raya, berduit banyak. Harga tiket yang wajar akan dapat mendatangkan puluhan ribu bobotoh di setiap pertandingannya. Jangan pernah ragukan loyalitas Bobotoh. Fasilitas dan kenyamanan sejak memperoleh tiket hingga menonton pertandingan akan menjadi magnet lainnya, untuk dapat mengeruklebih dalam dompet-dompet bobotoh.

PERSEWAAN!!

Kepindahan PERSIB ke  Stadion Gedebage sebenarnya patut disyukuri karena tidak menimbulkan hutang baru bagi PERSIB. Kepindahan Arsenal ke Emirates Stadium membuat mereka memiliki hutang jangka panjang yang sangat besar. Arsenal bahkan harus merelakan menjual nama stadionnya ke pihak sponsor agar dapat meringakan keuangan mereka. PERSIB tentu saja tidak dapat menjual nama stadion gedebage ke sponsor karena stadionnya sendiri bukan milik PERSIB. jangankan menjual nama stadion ke sponsor agar mendapatkan pemasukan, malah kita menuai kontroversi sendiri untuk pemberian nama ini.

PT. PBB jelas tidak mengeluarkan sepeser Rupiah pun dalam pembangunan stadion berbiaya Rp. 600M ini. Stadion secara penuh dibangun oleh duit APBD Kota Bandung dan Jawa Barat, walau sepertinya Pemkot Bandung akan mengklaim sebagai pemilik resmi stadion (kentara dari ide pemberian nama yang santer diberitakan beberapa waktu yang lalu). Karena itu, PERSIB yang tidak mengeluarkan duit dalam pembangunan akan terpaksa mengeluarkan uang sewa kepada pemilik stadion. Hal yang sama dilakukan oleh duo klub milan, ironisnya harga sewa stadion mereka menggerus hampir 30% pendapatan matchday tahunannya. Inter Milan yang memiliki rataan jumlah penonton tertinggi di Itali dengan 60.000 penonton per pertandingan hanya mendapatkan keuntungan matchday sebsar € 60 Juta karena biaya sewa yang mencapai € 30 Juta/tahun. Bandingkan dengan Arsenal yang memiliki rataan jumlah penonton yang hampir sama namun keuntungan dari matchday sebesar € 100 Juta!

Sudah jelas tampaknya harga sewa untuk Gedebage akan lebih tinggi daripada harga sewa untuk Siliwangi ataupun Si Jalak Harupat. Pertanyaan berikutnya adalah seberapa besar beban sewa ini mempengaruhi keuangan PT.PBB? berdasarkan laporan dari harian Topskor, gate receipt PERSIB termasuk yang tertinggi di Indonesia dengan kisaran Rp 1 Milyar per pertandingan. Fanatisme Bobotoh memang menjadi kunci utama dalam hal gate receipt bagi PERSIB, bukti terakhir adalah untuk pertandingan sekelas uji coba melawan PSAD berhasil mengumpulkan 15.000 penonton! Jadi, sewa seharusnya bukan masalah bagi PT.PBB apalagi sepertinya PERSIB hanya akan memainkan 18 pertandingan kandang karena hanya mengikuti satu kompetisi di Indonesia.

PERSIB mungkin bisa meniru model penyewaan stadion ala Manchester City. The Citizen menyewa Eastland Stadium selama 250 tahun dari dewan kota Manchester. Klub “hanya” membayar sebesar £ 2 juta per tahun (kemudian diganti model pembayaran berdasarkan matchday revenue, tetap city hanya membayar £ 4 juta per tahun!) untuk dapat menjual nama stadion mereka kepada sponsor, dan Abu Dhabi Etihad Airways membayar city £ 35 juta per tahun!!!

Sangat menguntungkan rasanya jika PERSIB dapat menyewa Stadion Gedebage secara konsesi selama berpuluh-puluh tahun. Tidak perlu lagi muncul pertanyaan menjelang matchday, “Persib maen dimana euy? Siliwangi atau jalak?” yang pasti, baik PERSIB maupun pemkot Bandung jelas tidak mau merugi. Maka perencanaan kontrak penyewaan harus diperhitungkan dengan matang. DEMI PERSIB!

Bagimu PERSIB, Jiwa Raga Kami…

PERSIB NU SAREREA!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: